Aktivis 98 Dwi Kundoyo Desak Kapolri Listyo Sigit Mundur, Singgung Sejumlah Kasus Besar

By Admin


nusakini.com, Jakarta – Aktivis 98 yang juga Sekjen Spartan Indonesia, Dwi Kundoyo, melontarkan kritik keras kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Melalui akun media sosial Twitter/X pribadinya, @dwikundoyo, ia menyinggung sejumlah kasus besar yang dinilai masih meninggalkan luka mendalam di masyarakat.

“Km 50 – Sigit

Sambo – Sigit

Kanjuruhan – Sigit

Gamma – Sigit

Affan – Sigit

Mundur lah!” tulis Dwi Kundoyo, Jumat (29/8/2025).

Deretan kasus yang disebutkan itu merujuk pada berbagai tragedi yang melibatkan institusi kepolisian, mulai dari peristiwa Km 50, kasus pembunuhan Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan, hingga kasus terbaru seperti Gamma dan Affan. Menurut Dwi Kundoyo, rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan lemahnya kepemimpinan di tubuh Polri.

Desakan agar Kapolri mundur sejatinya bukan kali ini saja muncul. Setiap kali tragedi atau kasus besar mencuat, sorotan publik kerap diarahkan kepada pucuk pimpinan Polri. Bagi para pengkritik, akuntabilitas dan tanggung jawab moral menjadi alasan utama agar Jenderal Listyo Sigit segera meletakkan jabatan.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda bahwa desakan tersebut akan ditindaklanjuti. Pihak kepolisian masih berpegang pada proses hukum yang berjalan serta menjanjikan evaluasi internal sebagai langkah pembenahan.

Kritik yang kembali mengemuka ini menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian sedang berada dalam titik krusial. Pertanyaan yang kemudian muncul, apakah desakan mundur tersebut akan benar-benar mengguncang kursi Kapolri, atau sekadar menjadi bagian dari gelombang kritik yang terus berulang? (*)